Ketahui Sejarah dan Makna Ketupat untuk Moment Lebaran

Moment lebaran adalah perayaan hari Raya Idul Fitri yang biasanya terdapat hidangan ketupat bersama opor ayamnya. Sejarah dan makna ketupat ini kerap membuat sebagian orang penasaran mengenai asalnya.

Ketupat ini terbuat dari beras dibungkus dengan anyaman janur kuning berbentuk belah ketupat. Makanan ini menjadi tradisi saat momen lebaran yang bisa dikatakan kurang afdol tanpa adanya kupat saat momen tersebut.

Mengetahui Sejarah dan Makna Ketupat

Memberikan informasi mengenai sejarah dan makna ketupat hingga terjadinya tradisi lebaran ketupat yang memiliki filosofi mendalam.

Pasalnya, saat lebaran pastinya Anda menemukan kupat diberbagai rumah saudara maupun teman. Hal tersebut terjadi hal wajib ada untuk sebuah moment yang terjadi setahun sekali tersebut. Berikut sejarah ketupat untuk Anda ketahui:

1. Sejarah Ketupat

Sejarah dan makna ketupat sudah dikenal sebagai jenis makanan terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam janur (anyaman daun kelapa) memiliki bentuk kantong, prisma, lonjong, dan lainnya kemudian dimasak dengan cara direbus.

Sejarah lebaran kupat pertama kali dikenalkan oleh salah satu Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga yang memperkenalkan istilah ba’da atau bakda lebaran dan bakda kupat. Artinya adalah sesudah lebaran atau sesudah kupat.

Tradisi ini dilakukan ketika perayaan lebaran dengan diawali penyebaran agama Islam sekitar daerah pulau Jawa oleh Sunan Kalijaga. Bakda lebaran ini merupakan proses pelaksanaan sholat Id mulai 1 Syawal yang biasanya saling berkunjung untuk silaturahmi.

Silaturahmi tersebut biasanya saling bermaaf-maafan antara keluarga dan sanak saudara. Bakda Kupat diperingati seminggu setelah lebaran 1 Syawal. Masyarakat umat Muslim Jawa biasanya membuat kupat sebagai santapan bersama-sama.

Setelah itu terciptalah tradisi membuat kupat atau bisa juga diantarkan ke kerabat dekat maupun orang lebih tua. Biasanya dilakukan oleh masyarakat setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri dengan harapan supaya dapat saling memaafkan satu sama lain.

2. Makna Ketupat

Sejarah dan makna ketupat kerap dimaknai sebagai “laku papat” yang menjadikan sebuah simbol dari empat segi dari kupat tersebut. Laku papat ini menjadi empat tindakan yang terdiri dari Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. Berikut maksud dari empat tindakan tersebut:

  • Lebaran merupakan tindakan yang telah selesai dan diambil dari sebuah kata lebar. Memiliki makna selesai dalam menjalani ibadah puasa dibulan Suci Ramadhan. Dan berarti pintu ampun terbuka lebar untuk orang lain.
  • Luberan atau meluber merupakan suatu simbol supaya melakukan sedekah dengan ikhlas layaknya air yang berlimpah hingga meluber dari wadahnya. Menjadikan tradisi membagikan berbagi untuk bersedekah di Hari Raya Idul Fitri sebagai suatu kebiasaan umat Islam di Indonesia saat ini.
  • Leburan memiliki makna lebur sebagaimana dalam bahasa Indonesia umumnya. Lebur saat Indul Fitri tersebut ditandai meleburnya dosa dengan saling bermaaf-maafan atau bersilaturahmi.
  • Laburan berasal dari kata kabur yang memiliki arti kabur putih. Maknanya mengenai hati seseorang dapat kembali menjadi putih dan suci setelah menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Dengan arti menyucikan diri atau kembali putih bak seorang bayi baru dilahirkan ke dunia.

Mengetahui Tujuan Lebaran Ketupat

Sejarah dan makna ketupat sebagai bentuk apresiasi untuk umat Muslim yang puasa Syawal setelah menjalani puasa pada bulan Ramadhan. Selain itu, memiliki tujuan yang bisa dimaknai sebagai simbol kebersamaan dan lambang kasih sayang sesama manusia.

Lebaran kupat ini biasanya dilakukan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal. Tradisinya tidak hanya sekedar makan kupat saja, melainkan juga diharapkan mampu mengakui kesalahan dan saling memaafkan kesalahan bersama makan hidangannya tersebut.

Tradisi lebaran kupat di Kudus, Jawa Tengah turut dimeriahkan dengan prosesi Kirab Gunungan Seribu Ketupat. Prosesi tersebut telah tersedia seribu ketupat dan ratusan lepet berbentuk gunungan dan diarak bersama orang-orang dari desa menuju Masjid Sunan Muria.

Kemudian dirayakan juga di Magelang dengan Festival Balon Syawalan yang sudah ada sejak tahun 1980-an dengan melibatkan banyak orang untuk menerbangkan sekitar 150 balon udara tradisional. Lokasinya di Masjid Agung Kauman atau lapangan dusun setempat.

Filosofi Ketupat di Hari Lebaran

Adapun filosofi kupat selalu ada saat lebaran menjadi hal yang banyak orang belum ketahui. Pasalnya, ada elemen masing-masing dari setiap bagiannya. Berikut filosofi dari beberapa elemen yang menjadikan sejarah dan makna ketupat saat lebaran:

1. Janur

Janur atau daun kelapa muda ini menjadi pembungkus dari kupat yang kerap menjadi hidangan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Filosofi jawa menerangkan janur ini merupakan kepanjangan dari sejatine nur yang memiliki arti manusia berada dalam kondisi suci setelah berpuasa di bulan ramadhan.

2. Anyaman Ketupat

Anyaman kupat dengan detail rumitnya, memiliki arti bahwa hidup manusia juga penuh dengan lika-liku, dimana pasti memiliki kesalahan. Anyaman diharapkan mampu memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani serta rohani.

Biasanya disantap bersama hidangan pendamping berbahan santan seperti opor, gulai, serta rendang. Terasa tidak afdol saat lebaran tidak ada hidangan ini untuk dimakan bersama. Selain menggugah selera juga memiliki sejarah dan makna ketupat yang dalam.

Related Post